Breaking News

Ansor Desak Pemerintah Usut Tuntas Terorisme dan Radikalisme

Jakarta - Maraknya kasus terorisme yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia, terutama dia Surabaya, Sidoarjo, dan Riau, membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah pencegahan bahaya terorisme yang kian masif belakangan ini, di samping tindakan tegas penegakan hukum.

Komandan Densus 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PP GP Ansor, M Nuruzzaman mengatakan, jika aksi terorisme masih terjadi sehingga pemerintah perlu secepatnya merespon dengan melakukan sejumlah langkah antisipatif.

Dia menambahkan, pemerintah bersama elemen masyarakat harus membersihkan visual intoleransi di masyarakat.

"Intoleransi adalah bibit dari radikalisme dan terorisme. Maka dari itu harus dikikis habis. Teroris yang ditangkap di Riau mengaku memperoleh dana dari pegawai BUMN. Ini kan miris," jelasnya, Kamis (17/5).

Dia juga menambahkan, yang perlu diwaspadai adalah banyaknya birokrat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) telah terpapar dengan paham dan ideologi intoleran dan radikal.

"Para ASN bisa kita amati di media sosial, banyak yang tidak percaya terhadap aksi teroris di beberapa tempat belakangan ini," jelasnya.

Nuruzzaman pun mengatakan bahwa dengan menyebutkan mayoritas masjid di instansi pemerintah menjadi ladang menyemai paham intoleran, dan juga cenderung berpikiran radikal, sebagaimana dikutip dari laman tribunnews.com.

"Berdasarkan data pemetaan kami, masjid di kementerian keuangan, BI, Pertamina, PLN, Telkom, sudah terpapar. Masjid di kampus IPB, ITB, UI, dan lainnya. Termasuk juga masjid di kepolisian. Bahkan, banyak anggota polisi yang sudah tertarik dengan ideologi Islam transnasional itu," katanya.

Selain itu, Nuruzzaman juga mengungkapkan, pemerintah juga harus melakukan mitigasi dengan cara mendorong pengesahan revisi UU Antiterorisme dan melakukan pemetaan potensi terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Pemetaan dilakukan berdasarkan wilayah, tokoh, dan potensi kekerasan di daerah. Langkah ketiga, melakukan deradikalisasi bagi pelaku dan keluarga pelaku.

"Langkah ini kita sebut sebagai post radikalisme. Bagaimana membimbing pelaku atau keluarga pelaku agar kembali ke kehidupan yang benar," pungkasnya. (Red: Muiz/NU Online)
Posting » Sabtu, 19 Mei 2018 16.45 » 0 komentar » Read More

GP Ansor: Perlu Diwaspadai Banyak ASN Terpapar Ideologi Radikal

Jakarta - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai banyak aparatur sipil negara (ASN) yang telah terpapar ideologi radikal. Sejumlah ASN dinilai tak percaya adanya aksi teror yang terjadi belakangan ini.

"Yang juga perlu diwaspadai adalah banyak birokrat atau ASN yang telah terpapar paham dan ideologi intoleran dan radikal. Para ASN bisa kita amati di media sosial, banyak yang tidak percaya terhadap aksi teroris di beberapa tempat belakangan ini," kata pengamat terorisme yang juga Komandan Densus 99 GP Ansor Nuruzzaman.

"Kalau pemerintah menutup mata, selangkah lagi negara ini akan masuk ke jurang peperangan. Maka harus serius kalau mau menangani terorisme mulai hulu atau akarnya sampai hilir. Jangan hanya melakukan penindakan pada pelaku teror, tapi juga membersihkan akarnya. Nah, ini momentum bersih-bersih virus intoleransi di tengah kehidupan kita," jelasnya.

Menurut Nuruzzaman, data banyaknya ASN yang terpapar paham radikalisme ditemukan saat GP Ansor melakukan survei mandiri dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Survei dilakukan dengan mengamati pemberitaan yang ada, media sosial, hingga isi ceramah di masjid-masjid kementerian dan BUMN.

"Intoleransi adalah bibit dari radikalisme dan terorisme. Makanya harus dikikis habis kalau mau negara aman dari terorisme. Teroris yang ditangkap di Riau mengaku memperoleh dana dari pegawai BUMN. Ini kan miris. Dan memang benar. Pemetaan yang kita lakukan, sebagian besar instansi pemerintahan menjadi tempat menyemai bibit intoleran dan radikalisme," ujarnya.

Nuruzzaman menambahkan, pemerintah harus mendorong agar revisi UU Antiterorisme segera disahkan dan melakukan pemetaan potensi terorisme dan radikalisme di Indonesia. Pemetaan dilakukan berdasarkan wilayah, tokoh, dan potensi kekerasan di daerah.

Sementara itu, terhadap para pelaku dan keluarganya, GP Ansor menganjurkan agar dilakukan deradikalisasi. "Langkah ini kita sebut sebagai post-radicalism. Bagaimana membimbing pelaku atau keluarga pelaku agar kembali ke kehidupan yang benar. Ini berat," pungkasnya.

Terkait keterlibatan ASN ini, sebelumnya istri terduga teroris yang ditembak mati Tim Densus 88 Antiteror di Sidoarjo merupakan PNS Kemenag Surabaya. Kemudian ada juga satu terduga teroris yang ditangkap di Probolinggo, Harit S Arifin (39), yang merupakan PNS yang berprofesi sebagai guru.

Selanjutnya dua terduga teroris asal Pekanbaru yang ditangkap di Palembang mengaku diberi ongkos oknum pegawai BUMN. Polisi akan berkoordinasi dengan PPATK untuk mengejar pegawai BUMN berinisial D tersebut.

"Kata mereka, dapat ongkos dari seorang pegawai PLN di Riau berinisial D. Sampai saat ini masih kami dalami dan kordinasi dengan PPATK untuk mengetahui apakah itu dana pribadi atau tidak," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (16/5).

(rna/rvk/detik.com )
Posting » 16.41 » 0 komentar » Read More

Banser Tulungagung Gelar Bakti Sosial Bersih Pantai Sidem

Banser Tulungagung adakan bakti sosial di Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Acara bakti sosial bersih Pantai Sidem ini dihadiri Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, Wabup Maryoto Bhirowo, juga TNI/Polri.

Bakti sosial ini digelar setelah sebelumnya diadakan Apel Pengukuhan Anggota Banser Maritim (Bartim) Satkorcab Tulungagung oleh Ketua Banser Pusat, Alfa Isnaeni.

Dalam acara ini diikuti tidak kurang dari 500 anggota Banser dari berbagai daerah yang tersebar di Tulungagung.

Ketua Banser Pusat, Alfa Isnaeni juga menjelaskan mengenai luasnya wilayah lautan dan belum digarap dengan maksimal sehingga butuh partisipasi dari masyarakat.

“Bapak-bapak kita di Angkatan Laut ini butuh sahabat. Sehingga kita orang sipil ikut memberdayakan dan mengamankan wilayah masyarakat pesisir sekaligus memaksimalkan fungsi-fungsi kapasitas nelayan,” ungkap Alfa Isnaeni selaku Ketua Banser Pusat .

Alfa Isnaeni juga menjelaskan anggota Banser Maritim (Bartim) nantinya akan diberi kemampuan khusus tenang kemaritiman yang akan dibantu Marinir, Angkatan Laut dan pihak- pihak lain.

Selain itu, dalam waktu dekat, Banser Maritim Tulungagung akan membentuk kelompok-kelompok nelayan.

Kegiatan bersih Pantai Sidem ini juga memperoleh apresiasi dari Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. “Saya selaku pimpinan daerah mengapresiasi langkah-langkah yang dilaksanakan Banser Tulungagung. Hal ini tentunya sangat membantu pemerintah dalam hal peduli lingkungan” tuturnya saat memberi sambutan pembukaan acara bersih Pantai Sidem.

Syahri Mulyo juga akan segera memerintahkan kepada kepala instansi terkait untuk segera membersihkan sampah yang berada di Pantai Sidem dengan menggunakan alat berat. Karena bila menggunakan alat manual pembersihan sampah yang ada di Pantai Sidem akan memakan waktu lama.

Selain itu, Syahri Mulyo juga akan mengupayakan solusi supaya sampah-sampah yang berasal dari aliran Sungai Niama ini tidak sampai masuk ke pantai. Salah satu cara yang akan ditempuh yaitu dengan cara memasang jaring-jaring pada aliran Sungai Niama.

Sumber: TULUNGAGUNGTIMES
Posting » Sabtu, 11 Maret 2017 00.58 » 1 komentar » Read More
 
Copyright © Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Campurdarat - All Rights Reserved
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | Powered by Blogger
twitter facebook google plus instagram feed youtube