SURABAYA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan siap perang melawan kelompok-kelompok yang berupaya mengoyak nilai-nilai NKRI dengan senjata agama. Bagi ormas pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini, NKRI adalah harga mati yang sudah tidak dapat diganggu gugat.
Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid mensinyalisasi saat ini ada gerakan-gerakan dari kelompok tertentu yang ingin menggeser nilai-nilai keIndonesiaan dalam menganut agama Islam. "Budaya NKRI dianggap tidak sejalan dengan syariat Islam," katanya saat sambutan Harlah ke-80 GP Ansor di Gedung JX Internasional Surabaya, Sabtu (4/1/2014) petang.
Kelompok ini, kata Nusron, memaksakan pemahaman syariat Islam yang identik dengan budaya negara tertentu. Oleh kelompok ini, Islam diseragamkan dengan Islam di negara lain, dan Islam dijauhkan dari budaya Indonesia.
"Jangan lupa, kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang ada di Indonesia," kata anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar ini.
Bagi GP Ansor, kata Nusron, Islam adalah sublimasi untuk keIndonesiaan dan sebaliknya. Nilai-nilai yang substantif harus menjadi perekat untuk memperkuat keIndonesiaan. Sebaliknya, kultur keIndonesiaan tetap menjadi rasa yang dominan dalam keislaman bangsa Indonesia.
Peringatan Harlah ke-80 GP Ansor di Surabaya dihadiri lebih dari 25.000 kader Ansor maupun Banser Ansor dari berbagai daerah. Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono, dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II.
Sumber: KOMPAS.com | Sabtu, 4 Januari 2014
Home » GP Ansor Siap Perang Melawan Pengganggu NKRI
GP Ansor Siap Perang Melawan Pengganggu NKRI
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAHABAT
Semoga artikel ini GP Ansor Siap Perang Melawan Pengganggu NKRI bermanfaat, bila sahabat ingin mengutip, harap menyertakan link https://gpansorcampurdarat.blogspot.com/2014/01/gp-ansor-siap-perang-melawan-pengganggu.html. Jika sahabat ingin berlangganan Artikel dari blog ini, Silahkan ketik email sahabat klik disini, sahabat akan mendapat kiriman artikel dari Ansor Campurdarat. Terima kasih.




